LENSA RIAU - BERITA

Administrator

LENSARIAU.CO.ID -  Pelaksanaan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, dari Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie kepada Bupati terpilih Amril Mukminin akan dilaksanan pada Selasa (23/2) siang.

Kabag Humas Setdakab Bengkalis, Johansyah Syafri menyebutkan, sertijab Pj bupati ke bupati terpilih tersebut seyogyanya akan dilaksanakan Rabu (24/2) mendatang di Wisma Sri Mahkota, Jalan Antara, Kecamatan Bengkalis.

"Awalnya pelaksanaan sertijab dijadwalkan pada Rabu 24 Februari, namun akan dipercepat pada tanggal 23 Februari, pada Selasa besok," kata Kabag Humas Setdakab Bengkalis, Johansyah Syafri, Senin.

Ia mengatakan, Perubahan jadwal dari Rabu menjadi Selasa tersebut dikarenakan pada Rabu tersebut Pelaksana Tugas Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman memiliki agenda dinas di Jakarta bersama presiden yang tidak bisa diwakilkan.

Dijelaskannya, serah terima jabatan tersebut akan dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

"Sebagaimana Sertijab di tiga daerah lain yaitu Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hulu dan Kepulauan Meranti yang telah dilaksanakan, pada pelaksanaan Sertijab Bupati Bengkalis, Pelaksana Tugas Gubernur Riau juga akan turut hadir," katanya.

Johansyah menjelaskan pagi ini Senin (22/2) Bupati Bengkalis Amril Mukminin, dijadwalkan akan mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan dan Pemberdayaan Desa serta Evaluasi Dana Desa 2015 dan Persiapan Penyaluran Dana Desa 2016.
     
"Rakornas yang ditaja Kementerian Desa itu, akan laksanakan di Ruang Birawa
Assembly Hall Lantai 2 Bidakara Hotel, Jakarta, dan sejak kemarin Bupati Bengkalis sudah berada di Jakarta," katanya.(Lens/ant)

LENSARIAU.CO.ID - Segerombolan gajah liar mengamuk di Bengkalis Riau. Apakah balas dendam karena temannya mati tersetrum listrik?

"Tapi saya melihatnya bukan balas dendam. Tetapi lebih pada habitat gajah yang dikuasai warga. Dua tahun lalu rumah yang dirusak ini belum berdiri," kata Himpunan Penggiat Alam (Hipam) Zulhusni Sukri, Sabtu (6/2/2016).

Husni sapaan akrabnya Zulhusni, rumah yang dirusak gajah itu berada di RT1 RW 10, Kelurahan Pematang Kudu, Kecamatan Mandau, Bengkalis. Rumah ini dirusak tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB.

"Rumah yang dihancurkan gajah merupakan rumah semi permanen yang lagi ditinggal pemiliknya yang juga tanpa listrik," kata Husni.

Husni menjelaskan, tadi malam pihaknya bersama perangkat desa sudah mencoba menghalau gerombolan gajah liar tersebut. Hingga pukul 01.00 dini hari, barulah gajah meninggalkan desa.

"Kita melihatnya, rumah itu dihancurkan gajah karena berdiri di lintas gajah. Sudah dua tahun gerombolan gajah tidak melintasi daerah ini. Nah ketika mereka kembali, wilayah jelajahnya sudah berdiri rumah, makanya dihancurkan," kata Husni.

Gerombolan gajah liar ini diperkirakan 24 ekor. Sebelumnya gerombolan ini berada di Kecamatan Pinggir. Di sana, satu ekor di antaranya, mati terkena strum listrik yang dipasang warga di areal perladangannya.

Rabu, 3 Februari lalu, seekor gajah betina usia sekitar 20 sampai 30 tahun mati di Desa Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Bengkalis. Hasil autopsi, positif gajah liar mati karena setruman listrik yang sengaja dipasang warga di areal perladangan.

Lantas mengapa bisa konflik terjadi? "Karena hutan swaka margasatwa Balai Raja sudah punah. Dari luasan 18 ribu hektare tersisa hanya 100 hektare saja. Selebihnya sudah jadi desa dan perkebunan sawit. Inilah yang memicu konflik berkepanjangan," kata Husni.

Husni berharap, Kementerian Kehutanan RI, segera meninjau lokasi swaka margasatma Balai Raja yang sudah dikuasai penduduk secara ilegal. Pemerintah diminta segera mencarikan solusi atas konflik yang terjadi.

"Kalau pemerintah tinggal diam tanpa mencarikan solusi habitat gajah liar ini, maka gajah akan dianggap hama oleh warga, dan pasti akan dibunuh dengan cara diracun atau memasang kawat listrik. Ini sangat serius, kalau tidak, gajah kita akan punah sebelumnya waktnya," tutup Husni.(Lens/det)

LENSARIAU.CO.ID - Gugatan sengketa Pilkada Kabupaten Kuansing yang diajukan pasangan Indra Putra-Kompetensi sebagai pemohon atas keputusan KPU Kuansing sebagai termohon terkait penetapan hasil pilkada Kuansing, lolos ke tahap berikutnya dengan melanjutkan sidang dengan alasan memenuhi syarat yang ditentukan.

Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan oleh MK. Sidang lanjutan gugatan perkara perselisihan hasil pilkada Kabupaten Kuansing, akan dilanjutkan tanggal 1 Februari 2016, dengan agenda mendengar keterangan saksi/ahli Pemohon, Termohon, Pihak Terkait dan Keterangan Bawaslu (III).

Menurut Juru Bicara MK Fajar Laksono, mengatakan, Kabupaten Kuantan Singingi permohonan memenuhi syarat yang diatur dalam aturan perundang-undangan sehingga lolos ke tahap selanjutnya.

"Untuk pasangan calon Kabupaten Kuantan Singingi memenuhi persyaratan yang diatur dalam perundang-undang sehingga permohonan dilanjutkan ke sidang selanjutnya," kata Fajar di Gedung MK, Jakarta, Selasa (26/1/16).

Sebagaimana diketahui, nanti siang pasangan calon kepala daerah dari enam daerah akan diputuskan apakah dilanjutkan ketahap selanjutnya atau justru ditolak seperti pasangan calon Kabupaten Siak.

Keenam daerah tersebut adalah, Kabupaten Inhu, Rohil, Rohul, Pelalawan, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. Berdasarkan jadwal sidang di MK, sidang sendiri dimulai pukul 13.30 WIB.(Lens/rtc)

LENSARIAU.CO.ID - Persoalan insiden pemukulan anggota DPRD Kuansing, beberapa hari lalu, ternyata sampai ke tingkat provinsi. Bastian, salah seorang korban pemukulan mengadukan apa yang dialaminya ke Komisi A DPRD Riau.


"Ditemani teman-temannya, tadi Bastian melapor ke kami atas aksi pemukulan anggota dewan Kuansing terhadap dirinya. Selain melapor, ternyata Bastian juga ingin berobat ke Pekanbaru," kata Suhardiman Amby, Sekretaris Komisi A DPRD Riau kepada wartawan, Jumat (15/01/16).

Dalam aduannya, Bastian juga menceritakan kronologis pemukulan tersebut. Waktu itu sebutnya, Bastian menghadiri hearing dengan Komisi A DPRD Kuansing terkait persoalan buruh yang ada di Kuansing.

"Akibat pemukulan itu, pelipis mata Bastian mengalami bengkak dan ia juga sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Kuansing, tidak lama setelah insiden pemukulan itu," ungkap politisi Hanura ini.

Selain menyayangkan aksi pemukulan tersebut, ia mendesak agar pihak Polres Kuansing segera memproses laporan dan memfasilitasi penyelesaian insiden yang dimaksud. Ia pun siap mengawal persoalan ini. 

"Kami mengutuk keras tindakan oknum anggota dewan itu, apalagi ia berada di Komisi A, komisi hukum. Semestianya ia memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," tutupnya dengan nada keras.(Lens/rtc)

LENSARIAU.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) anggota DPR malam ini. Sumber merdeka.com di KPK menyebut yang tertangkap dari PDIP.


"Yang ditangkap dari Senayan. Partai merah, partainya penguasa," kata sumber itu, Rabu (13/1).

Sementara itu, Politisi PDIP Eva Sundari saat dikonfirmasi masih mencari informasi itu. "Saya juga lagi cari tahu sudah banyak yang tanya juga," katanya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) malam ini. Dikabarkan yang tertangkap tangan adalah anggota DPR.

Informasi dihimpun, penyidik baru tiba di KPK sekitar pukul 22.10 WIB. Tampak sebuah mobil Toyota Alpard B 5 DWP masuk ke dalam basement yang diduga milik anggota DPR itu.

  •  Start 
  •  Prev 
  •  1  2  3 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 3

Go to top
Copyright © 2015 www.lensariau.co.id. All rights reserved. by lensariau.co.id