Teks Foto : Ilustrasi kekerasan terhadap murid oleh guru. (net)

LENSARIAU.CO.ID (PEKANBARU) - Seorang siswi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 96 Pekanbaru trauma akibat dimarahi dan dimaki oleh wali kelasnya sendiri. Sebut saja namanya Bunga. Siswi ini enggan untuk bersekolah karena acap kali dimarahi sang wali kelas. Kalimat kasar dan tak beretika terlontar bak senapan angin.

"Bodoh kau! Idiot kau! Dasar anak bodoh," kata Bunga menirukan makian wali kelasnya, Senin (27/02/2017).

Selain itu orang tua Bunga mengaku kesal dengan sikap tak terpuji yang dilakukan oknum guru SDN 96 Pekanbaru tersebut. Saat ini Bunga duduk di bangku kelas enam. "Karena anak saya takut untuk masuk ke sekolah. Saya langsung mengambil sikap dengan cara memindahkan anak saya ke sekolah lain. Alasan tersebut saya lakukan karena sebentar lagi anak saya akan mengikuti Ujian Nasional (UN)," ujarnya.

Sementara disisi lain, Kepala Sekolah SDN 96 Pekanbaru yang keberatan dipublikasikan namanya mengaku menyesal dengan peristiwa tersebut. "Saya selaku kepala sekolah meminta maaf atas kejadian ini. Memang guru tersebut (wali murid kelas 6) itu saat ini setau saya sedang banyak masalah," paparnya ketika diwawancara wartawan di ruangannya, Senin (27/02/2017) pagi.

Cerita demi cerita, Kepsek SDN 96 berparas hawa ini seketika memanggil oknum guru yang dimaksud via telepon seluler. "Ibu bisa datang ke ruangan saya," katanya saat menelepon wali kelas si Bunga.

Tak berselang lama, wali kelas tersebut pun memasuki ruangan kepala sekolah didampingi satu orang guru lainnya. Namun, pelaknya. Belum sempat duduk, oknum wali kelas itu sontak marah-marah kepada wartawan.

"Ada ini? saya tidak takut. Kalau perlu kita proses kasus ini. Asal kalian tahu, saya bisa panggil pengacara. Saya tidak taku," ucapnya dengan nada kasar.

Beruntung amarah si wali kelas langsung diredam oleh kepala sekolah yang diketahui belum genap setahun memimpin SDN 96 Pekanbaru itu.

Selanjuntnya, di penghujung wawancara, si wali kelas tersebut mengakui perbuatannya dan sempat memimta maaf. Tak hanya itu Kepsek SDN 96 itu juga membenarkan kalau si wali murid yang membuat Bunga trauma, memiliki sikap susah mengontrol emosi.

"Iya saya mewakili sekolah ini, meminta maaf. Memang dia (si wali kelas) memiliki sikap arogan dan kerap emosi. Mungkin dia lagi ada masalah di rumah atau di tempat lain," ungkap Kepsek dengan nanda sejuk.

Untuk diketahui, proses wawancara juga sempat direkam penuh sejak awal hingga akhir. Bahkan wali kelas yang katanya arogan tersebut keberatan jika beritanya dipublikasikan. Tak sampai di situ, wartawan pun sempat ditawarkan sejumlah uang agar berita tidak terbit. Namun apapun usaha yang dilakukan oknum kepsek dan wali kelas itu diterpis oleh wartawan Lensariau.co.id dan wartawan Riauinvestigasi.com.(Lens/ngga)

 

  • Usus Anak Ini Terburai Dilindas Truk di Depan Unilak Pekanbaru

  • Satu Bulan Belajar di Kampung Inggris AHRA, Naufal dan Kamilia 'Mantap' Berbahasa Inggris

  • Penangkapan Ikan Besar Jenis Arapaima Gigas Ternyata tidak Berasal dari Sungai Siak Pekanbaru

  • Sadis, Sopir Truk Ini Sekarat dan Terjepit di dalam Mobil Usai Laga Kambing

Go to top
Copyright © 2015 www.lensariau.co.id. All rights reserved. by lensariau.co.id